Rabu, 23 Desember 2015

BAB 4 : POLUSI UDARA (TUGAS UAS )


POLUSI UDARA DI KOTA BESAR
Pembahasan
-Latar Belakang
-Pencemaran udara berbentuk gas
-pencemaran udara berbentuk partikel cair dan padat
-Penyebab polusi udara
-Dampak polusi udara
-Cara mengatasi polusi udara
LATAR BELAKANG
polusi udara kian hari semakin meningkat, ini sangat memprihatinkan mengingat pencemaran adalah hal yang sangat membahayakan bagi kelangsungan makhluk hidup dan lingkungannya. Di kota-kota besar, kontribusi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%. Sedangkan kontribusi gas buang dari cerobong asap industri hanya berkisar 10-15%, sisanya berasal dari sumber pembakaran lain
PENCEMARAN UDARA BERBENTUK GAS

Pencemar udara yang berbentuk gas adalah
karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan
H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan
chloroflourocarbon (CFC). Kadar CO2 yang
terlampau tinggi di udara dapat menyebabkan suhu
udara di permukaan bumi meningkat dan dapat
mengganggu sistem pernapasan.

PENCEMARAN UDARA BERBENTUK CAIR DAN PADAT

Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau
kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika
terhirup ke dalam paru-paru.

Partikel dalam bentuk padat dapat berupa: debu
atau abu vulkanik yang dapat
mengganggu kesehatan manusia.

PENYEBAB POLUSI UDARA

Penyebab utama pencemaran udara
Di kota besar sangat sulit untuk mendapat udara yang segar, diperkirakan 70 % pencemaran yang terjadi adalah akibat adanya kendaraan bermotor.


-Pabrik-pabrik industry
pabrik industri bahan bakunya banyak menggunakan zat-zat kimia organik maupun anorganik. Sebagai hasi pengelolaannya selain menghasilkan produk-produk yang berguna bagi kepentingan hidup manusia juga dikeluarkan produk-produk yang tidak berguna malahan dapat berupa racun. Produk-produk yang tidak berguna ini jelas akan dibuang dan bisa merusak lingkungan.

-Pembakaran sampah rumah tangga
Biasanya orang membakar sampah asal-asalan, sehingga suplai  oksigen untuk menghasilkan CO2  hanya ada pada permukaan tumpukan sampah saja. Sementara  itu bagian dalam, karena kekurangan suplai O2 maka akan menghasilkan karbonmonoksida.
 Asap karbon monoksida  mampu membunuh orang karena bila terhirup karena menggangu fungsi kerja hemoglobin yang semestinya mengangkut dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Tubuh akan kekurangan O2 dan menimbulkan kematian(CO).

-Asap kendaraan
Lalu lintas kini makin padat oleh kendaraan, alhasil polusi udara makin meningkat,kita seolah dipaksa untuk menghirupnya,padahal kualitas udara sangat mempengaruhi  kesehatan kita.
 Semua kendaraan yang memakai bensin dan solar akan mengeluarkan gas CO, Nitrogen Oksida, blerang dioksida dan partikel-partikel lain. Unsur-unsur ini bila mencapai kuantum tertentu dapat menjadi racun bagi manusia atau hewan. Contohnya gas CO merupakan racun bagi fugnsi-fungsi darah, SO2 dapat menimbulkan penyakit sistem pernapasan.

DAMPAK POLUSI UDARA

Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISNA (infeksi saluran napas atas), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya.

Dampak terhadap tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam.

Dampak dari hujan asam ini antara lain:
   -Mempengaruhi kualitas air permukaan
   -Merusak tanaman dll
·         Pemanasan Global ( Global Warming )
·         Terganggunya fungsi reproduksi
·         Stres dan penurunan tingkat produktivitas
·         Kesehatan dan penurunan kemampuan mental anak-anak
       Penurunan tingkat kecerdasan (IQ) anak-anak.

CARA MENGATASI POLUSI UDARA
       Menanam dan merawat tumbuhan di lingkungan sekitar kita.
       Menggunakan Kendaraan yg ramah Lingkungan seperti sepeda,dokar, becak.
       Melakukan gerakan program pemerintah
1. PROGRAM LANGIT BIRU yang direcanangkan sejak Agustus 1996.Tujuannya untuk meningkatkan kualitas udara yang telah tercemar, misalnya dengan melakukan uji emisi kendaraan bermotor.
2. Keharusan membuat cerobong asap bagi industri/ pabrik.
3. Membatasi beroperasinya mobil dan mesin pembakar yang sudah tua dan tidak layak pakai.

4. Larangan menggunakan gas CFC.
5. Menetapkan undang-undang dan hukum tentang pelaksanaan perlindungan lapisan ozon sebagai mana yang di sebutkan Dalam Undang-undang No.32 Tahun 2009.

KESIMPULAN
kita dapat menyimpulkan betapa bahaya
nya pencemaran udara bagi kesehatan manusia, disamping itu bahaya atau dampak terhadap bumi seperti contohnya penipisan ozon dan pemanasan global (global warming),perlu kesadaran yang tinggi untuk mengurangi pencemaran udara di bumi kita.

Selasa, 20 Oktober 2015

TUGAS RINGKASAN JURNAL




REAKSI REDOKS DALAM REAKSI LOGAM DENGAN LOGAM NITRAT DAN LARUTAN HCL
 


LATAR BELAKANG

Tujuan kegiatan praktikum kali ini adalah untuk mempelajari beberapa dari reaksi redoks terutama pada reaksi logam dan mempelajari reaksi elektrolisis. Bahan utama yang digunakan adalah berbagai macam jenis logam yang telah di amplas, seperti logam AL , Cu ,Fe, Zn dan Pb . selanjutnya logam-logam tersebut direaksikan kedalam larutan HCI dan larutan logam nitrat seperti Pb(NO₃)₂ , Zn(NO₃)₂ ,AgNO₃ , NaNO₃ sebagai variabel kontrol.sedangka untuk variabel terikatnya adalah perubahan yang di amati seperti adanya gelembung udara, perubahan warna dan endapan.terjadinya reaksi di tandai dengan muncul nya gelembung-gelembung udara dan juga terbentuk nya endapan pada logam dan larutan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Semakin besar konsentrasi larutan, semakin cepat diperoleh suatu hasil reaksi. Selain itu kereaktifan suatu logam pada percobaan yang telah dilakukan dapat dilihat dari banyak nya gelembung dan terbentuknya endapan.Berdasarkan deret volta semakin ke kiri, maka logam akan semakin reaktif.

PELUANG DAN PENELITIAN SELANJUTNYA 

Pada pendahuluan , metode, hasil dan pembahasan ,kesimpulan , tidak di temukan kejanggalan dan kekurangan.

Senin, 19 Oktober 2015

TUGAS ARTIKEL TENTANG KOROSI PADA LOGAM BESI



Korosi

Korosi sangat sering kita dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Nama lain korosi disebut juga dengan karatan. Korosi sendiri umumnya terjadi pada benda-benda logam seperti BESI.
Pengertian Korosi

1.      Pengertian korosi (perkaratan)
Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi.
Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah.

2.      Proses terjadinya perkaratan
Korosi terjadi melalui reaksi redoks, di mana logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen mengalami reduksi. Karat logam umumnya berupa oksida atau karbonat. Karat pada besi berupa zat yang berwarna cokelat-merah dengan rumus kimia Fe2O3·xH2O. Oksida besi (karat) dapat mengelupas, sehingga secara bertahap permukaan yang baru terbuka itu mengalami korosi. Berbeda dengan aluminium, hasil korosi berupa Al2O3 membentuk lapisan yang melindungi lapisan logam dari korosi selanjutnya. Hal ini dapat menerangkan mengapa panic dari besi lebih cepat rusak jika dibiarkan, sedangkan panci dari aluminium lebih awet.

Korosi secara keseluruhan merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi.

Fe(s) à Fe2+(aq) + 2e

Elektron yang dibebaskan dalam oksidasi akan mengalir ke bagian lain untuk mereduksi oksigen.

O2(g) + 2 H2O(l) + 4e à 4 OH(l)

Ion besi(II) yang terbentuk pada anode akan teroksidasi membentuk besi(III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi Fe2O3·xH2O yang disebut karat.









3.     Penyebab Terjadinya Perkaratan (Korosi)
Apa Penyebab Terjadinya Korosi? Faktor-faktor yang mempengaruhi korosi dapat dibagi menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahan itu sendiri dan lingkungan.

Faktor-faktor yang meliputi kemurnian bahan bahan, bahan struktural, bentuk kristal, unsur jejak hadir dalam materi, pencampuran teknik material dan sebagainya.

Faktor lingkungan meliputi tingkat pencemaran udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat kimia yang bersifat korosif dan sebagainya. Bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri dari asam, basa dan garam, baik dalam bentuk senyawa anorganik dan organik. Fluorin, hidrogen fluorida dan senyawa, yang dikenal sebagai persenyawaannya korosif. Dalam industri, bahan ini umumnya digunakan untuk sintesis bahan organik.

Ammoniak (NH3) merupakan bahan kimia yang banyak digunakan dalam kegiatan industri. Pada suhu normal dan tekanan, bahan ini dalam bentuk gas dan dilepaskan ke udara sangat mudah. Ammoniak dalam kegiatan industri umumnya digunakan untuk sintesis bahan organik, sebagai antibeku dalam peralatan pendingin, juga sebagai bahan untuk pembuatan pupuk. Berbagai partikel aerosol, debu dan gas-gas asam seperti NOx dan SOx bisa diubah menjadi asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) di udara. Oleh karena itu, udara menjadi terlalu asam dan gas-gas terlarut korosif dengan asam di udara. Dalam lingkungan dengan tingkat polusi tinggi, berbagai barang mulai dari komponen elektronik mikroskopis untuk jembatan baja semakin mudah rusak, bahkan hancur karena korosi.

Jenis-jenis Korosi

Tahukah sobat kalau ternyata ada banyak jenis korosi di kehidupan kita sehari-hari. Jika berdasarkan bentuk dan tempat terjadinya, sobat akan menemukan berbagai jenis korosi antara alin
a. Korosi Atmosfer
Korosi yang terjadi karena sebuah logam mengalami kontak langsung dengan udara dan mengalami proses elektrokimia.
b. Korosi Galvanis
Terjadi ketika dua buah logam beda potensial dihubungkan langsung di dalam senyawa elektrolit yang sama. Setelah dihubungkan akan terjadi aliran elektron dari logam kurang mulia (anoda) menuju ke logam yang lebih mulia (katoda). Karena kehilangan elektron maka logam kurang mulia menjadi bermuatan positif dan karena menerima aliran elektron maka logam yang lebih mulia menjadi bermuatan negatif. Ion positif dan negatif ini kemudian bereaksi membentuk karat.
c. Korosi Regangan
Korosi ini terjadi karena pemberian tarikan atau kompresi yang melebihi batas ketentuannya. Kegagalan ini sering disebut Retak Karat Regangan (RKR). Sifat retak jenis ini sangat spontan (tiba-tiba terjadinya), regangan biasanya bersifat internal atau merupakan sisa hasil perngerjaan (residual) seperti pengeringan, pengepresan dan lain-lain.
d. Korosi Arus Liar
Korosi arus liar ialah merasuknya arus searah secara tidak disengaja pada suatu konstruksi baja, yang kemudian meninggalkannya kembali menuju sumber arus. Prinsip serangan karat arus liar ini adalah merasuknya arus searah secara liar tidak sengaja pada suatu kosntruksi baja, kemudian meninggalkannya kembali menuju sumber arus.
e. Korosi Celah
Korosi celah ialah sel korosi yang diakibatkan oleh perbedaan konsentrasi zat asam. Karat ini terjadi, karena celah sempit terisi dengan elektrolit (air yang phnya rendah) maka terjadilah suatu sel korosi dengan katodanya permukaan sebelah luar celah yang basa dengan air yang lebih banyak mengadung zat asam daripada bagian sebelah dalam celah yang sedikit mengandung zat asam sehingga bersifat anodic.
f. Korosi Pelarutan Selektif
Korosi pelarutan selektif ini meyangkut larutnya suatu komponen dari zat paduan yang biasa disebut pelarutan selektif. Zat komponen yang larut selalu bersifat anodic terhadap komponen yang lain. Walaupun secara visual tampak perubahan warna pada permukaan paduan namun tidak tampak adanya kehilangan materi berupa takik, Perubahan dimensi, retak atau alur